LDII dan BJB Syariah Jajaki Kolaborasi Penguatan Ekonomi Umat Berbasis Digital

DPP LDII menerima kunjungan Bank BJB Syariah di Kantor DPP LDII. Foto: LINES
DPP LDII menerima kunjungan Bank BJB Syariah di Kantor DPP LDII. Foto: LINES

Jakarta (7/5). DPP LDII menerima audiensi dari Bank BJB Syariah di Kantor DPP LDII, Senayan, Jakarta, pada Rabu (6/5/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang sinergi dalam penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah berbasis digital di lingkungan LDII, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan usaha mikro dan menengah (UMKM).

Direktur Utama Bank Jabar Banten (BJB Syariah), Arief Setyahadi, mengatakan berbagai program yang dijalankan LDII memiliki kesesuaian dengan arah pengembangan layanan perbankan syariah yang saat ini terus diperkuat melalui transformasi digital. Menurutnya, digitalisasi sistem keuangan menjadi langkah penting untuk meningkatkan efektivitas dan transparansi pengelolaan lembaga.

“Kami melihat program LDII memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui sistem keuangan digital. Kami siap mendukung penguatan administrasi keuangan di berbagai unit, termasuk pendidikan dan layanan kesehatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sektor rumah sakit, sekolah, boarding school, dan pondok pesantren memerlukan sistem pengelolaan keuangan yang terintegrasi agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal. Karena itu, Bank BJB Syariah menawarkan solusi layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing lembaga.

“Kami menyiapkan solusi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing lembaga. Rumah sakit, pesantren, maupun sekolah dapat menggunakan sistem yang lebih terstruktur dan efisien,” katanya.

Selain penguatan sistem keuangan digital, Bank BJB Syariah juga menawarkan program pendampingan bagi pelaku UMKM di lingkungan warga LDII. Pendampingan tersebut akan dilakukan melalui jaringan kantor cabang di berbagai daerah agar pelaku usaha memperoleh akses pembiayaan sekaligus pembinaan usaha yang berkelanjutan.

“UMKM memerlukan dukungan tidak hanya dari sisi pembiayaan, tetapi juga pembinaan. Kami akan melibatkan unit di daerah agar proses pendampingan berjalan lebih dekat dan terarah,” ucap Arief.

Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya, menyambut baik peluang kerja sama tersebut. Ia menilai sinergi dengan lembaga perbankan syariah dapat memperkuat aktivitas ekonomi warga LDII yang selama ini berkembang di berbagai sektor usaha. “Kami melihat potensi kolaborasi ini dapat memperkuat sektor usaha warga, terutama di wilayah Jawa Barat dan Banten. Produk dan layanan dari BJB Syariah bisa terhubung dengan aktivitas ekonomi yang sudah berjalan,” ujarnya.

Menurut Dody, LDII memiliki jaringan lembaga pendidikan dan keagamaan yang cukup luas, termasuk pondok pesantren dan boarding school, yang membutuhkan dukungan layanan keuangan modern dan mudah diakses. Ia menambahkan, keberadaan Baitul Maal wa Tamwil (BMT) di lingkungan LDII juga dapat menjadi penghubung antara lembaga keuangan syariah dengan pelaku UMKM.

“Kolaborasi ini dapat memperluas akses pembiayaan sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi berbasis komunitas,” katanya. Dody juga menjelaskan bahwa penerapan layanan keuangan digital di lingkungan pesantren dapat mendukung terciptanya sistem transaksi non-tunai yang lebih tertib dan transparan. Dengan sistem tersebut, orang tua santri dapat melakukan pengiriman dana secara langsung melalui layanan digital yang kemudian digunakan melalui kartu atau sistem pembayaran elektronik.

“Model ini membuat transaksi lebih terkontrol dan transparan. Pelaku usaha di sekitar pesantren juga bisa memanfaatkan sistem pembayaran digital seperti QRIS, sehingga pembukuan keuangan menjadi lebih tertata,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris DPW LDII DIY, H. Gathot Wardoyo, menyatakan bahwa saat ini transformasi digital dalam pengelolaan ekonomi umat menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari. “Sinergi antara organisasi kemasyarakatan dengan lembaga keuangan syariah dapat memperkuat kemandirian ekonomi warga sekaligus meningkatkan literasi keuangan berbasis syariah di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Dengan dukungan teknologi digital, diharapkan pengelolaan administrasi dan transaksi ekonomi di lingkungan warga dapat berjalan lebih efektif serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.

About andhika widiasto

Check Also

Kunjungan DPP LDII ke Kemenko PMK, Dorong One Health dan Planetary Health. Foto: LINES

Kunjungi Kemenko PMK, LDII Dorong Penguatan One Health dan Planetary Health untuk Antisipasi Wabah dan Krisis Kesehatan

Jakarta (5/5). Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK RI) menerima …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.