Lewat GENSIDE, LDII Kulon Progo Buka Ruang Dialog Generasi Muda

LDII Kulon Progo menggelar talkshow GENSIDE pada Minggu 25 Januari Foto Lines
LDII Kulon Progo menggelar talkshow GENSIDE pada Minggu,25 Januari (Foto: Lines)

Kulon Progo (25/1) – LDII Kulon Progo menghadirkan inovasi baru dalam pembinaan generasi muda melalui program GENSIDE (Generus Side Story). Program yang dikemas dalam format talkshow ini terlaksana di Masjid Al-Iman, Kompleks DPD LDII Kulon Progo, Minggu (25/1). Suasana interaktif dirancang sebagai ruang nyaman bagi muda-mudi LDII untuk menyampaikan keluhan, keresahan, dan berbagai persoalan yang selama ini kerap terpendam.

GENSIDE lahir dari diskusi bersama antara pengurus DPD LDII Kulon Progo dan Pemuda LDII Kulon Progo. Gagasan ini berangkat dari kebutuhan menciptakan suasana pengajian yang lebih ramah, nyaman, dan relevan dengan karakter generasi muda, sehingga generus tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi terlibat aktif dalam diskusi.

“Banyak generasi muda sebenarnya ingin bertanya dan bercerita, tetapi merasa sungkan atau takut dinilai. Dari situ kami mencoba menghadirkan ruang yang lebih aman dan terbuka,” ungkap Rodzi Prasetyo selaku ketua panitia.

Menariknya, GENSIDE memanfaatkan aplikasi pihak ketiga berbasis unggahan anonim menyerupai tweet. Melalui media ini, peserta dapat menyampaikan pertanyaan, curahan hati, maupun persoalan pribadi tanpa harus mencantumkan identitas. Konten yang masuk kemudian dikurasi dan dibahas bersama dalam forum talkshow.

Pendekatan ini dinilai efektif menjembatani kegelisahan generasi muda yang selama ini sulit diungkapkan secara langsung. “Anonimitas justru membuat generus lebih jujur. Dari situ kami bisa melihat persoalan yang sedang mereka hadapi,” jelas Rodzi.

Kegiatan GENSIDE yang digelar pagi itu diikuti oleh seluruh muda-mudi LDII Kulon Progo. Pada pelaksanaan perdananya, GENSIDE mengangkat tema “Keluh Kesah Bersama”, sebagai ruang berbagi sekaligus refleksi bersama.

Ustadz Teguh Fidinillah selaku narasumber mengungkapkan tentang lika liku dunia anak muda. “Masalah generasi muda hari ini relatif kompleks. Tugas kita bukan menghakimi, tapi mendampingi, mendengarkan, lalu mengarahkan dengan nilai agama,” tutur Ustadz Teguh. Anggota Bagian Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPD LDII Kulon Progo ini menambahkan bahwa acara ini harus mampu menjadi ruang dialog, bukan sekadar ruang ceramah satu arah.

Antusiasme peserta terlihat tinggi. Puluhan pertanyaan dan unggahan masuk melalui aplikasi maupun diskusi langsung, membahas isu pergaulan, pendidikan, keluarga, pencarian jati diri, hingga tantangan menjaga nilai agama di era digital.

Di akhir kegiatan, Kyai Supriyatno menyampaikan nasihat penutup. Ia menekankan pentingnya keberanian generasi muda dalam menyampaikan persoalan serta kesungguhan mencari solusi. “Jangan memendam masalah sendiri. Terus belajar, perbaiki akhlak, dan kuatkan karakter agar menjadi generasi yang tangguh dan berkarakter luhur,” pesannya.

About andhika widiasto

Check Also

Pengecoran Wisma Tamu Masjid Baitul A'laa di Kompleks PC LDII Temon dekat bandara YIA

LDII Temon dan Warga Sekitar Bergotong Royong Bangun Wisma Tamu Dekat Bandara YIA

Kulon Progo (14/2) – Warga di sekitar Masjid Baitul A’laa bersama warga Sidatan RT 04/02, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.