
Yogyakarta (16/2) – DPP LDII menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Kantor DPP LDII, Jakarta pada Senin (16/2) secara hybrid. Agenda tersebut menjadi forum konsolidasi nasional untuk menyiapkan materi Musyawarah Nasional (Munas) sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program kerja agar semakin selaras dengan arah pembangunan nasional, termasuk Asta Cita.
Rapimnas diikuti sekitar 150 peserta secara luring, serta sekitar 1.500 peserta lainnya secara daring dari 375 studio di 37 provinsi. Forum ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh jajaran kepengurusan dari pusat hingga daerah.
DPW LDII Daerah Istimewa Yogyakarta mengikuti Rapimnas secara daring melalui Zoom dari studio mini Kompleks Graha Cendekia, Sleman, Yogyakarta. Ketua DPW LDII DIY Atus Syahbudin, hadir didampingi jajaran pengurus harian, serta ketua dan anggota Biro Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) dan Biro Komunikasi, Informasi dan Media (KIM).
Dalam arahannya, Dewan Penasehat DPP LDII KH Suparto menegaskan pentingnya penguatan karakter, kerukunan, dan soliditas organisasi. Menurutnya, konsolidasi nasional harus memperkuat komunikasi dan persaudaraan antarwarga. “Komunikasi itu harus enak didengar, pahit madu, toto kromo, serta memperhatikan papan empan adepan,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa sikap jujur dan amanah merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan, baik di internal organisasi maupun di tengah masyarakat.
Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menambahkan bahwa Rapimnas harus dimaknai sebagai momentum memberikan kinerja terbaik di akhir masa jabatan kepengurusan saat ini. Ia menyoroti pentingnya keberlanjutan kepemimpinan agar proses regenerasi berjalan mulus. “Regenerasi harus kita siapkan sejak sekarang supaya kepengurusan berikutnya tidak lagi meraba-raba,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa peninggalan positif harus menjadi orientasi utama dalam setiap proses konsolidasi. Hal itu mencakup sistem yang tertata, budaya kerja yang solid, serta kesinambungan kepengurusan yang terjaga. “Di akhir masa jabatan ini kami perlu bantuan rekan-rekan sekalian untuk kita buat do the best dan meninggalkan legacy yang positif,” tegasnya.
Dalam sesi laporan daerah, DPW LDII DIY menyampaikan sejumlah kesiapan dan rekomendasi. “Insyaallah DIY siap melaksanakan Muswil pada Juli 2026, minggu ketiga atau keempat,” ujarnya.
LDII DIY juga memberikan rekomendasi kepada DPP agar kepengurusan saat ini dapat melanjutkan tugas paling lama enam bulan dan/atau sampai terselenggaranya Munas X LDII. Hal tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan organisasi.

Lebih lanjut, LDII DIY juga berencana mengajukan Sangurejo dalam Program Kampung Iklim (Proklim) kategori Lestari pada tahun 2026 ini. Bupati Sleman telah menerbitkan SK yang menetapkan 15 padukuhan sebagai kampung binaan Sangurejo. “Ini menjadi peluang bagi LDII DIY untuk ikut berkontribusi dalam program lingkungan berbasis masyarakat,” ungkapnya.
Dalam bidang komunikasi eksternal, DPW DIY menyampaikan bahwa hubungan dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat berjalan cukup baik. Salah satunya melalui pelatihan rukyatul hilal yang difasilitasi anggota DPD Gus Hilmi, mulai dari tempat, narasumber, konsumsi hingga dukungan operasional peserta. Namun demikian, masih terdapat beberapa tantangan, seperti belum diterimanya undangan resmi rukyatul hilal dari Kemenag, belum terlaksananya audiensi dengan Gubernur DIY, serta belum adanya dukungan dana dari pemerintah daerah yang saat ini masih diupayakan melalui komunikasi dengan anggota DPRD DIY.
Selain itu, penjaminan mutu di tingkat PC juga terus berjalan. DPW DIY menyadari pentingnya memperlancar rantai komando dari DPD ke PC agar koordinasi program semakin efektif dan terukur. “Ini temuan dari Penjaminan Mutu PC. Kami terus membenahi sistem agar koordinasi dari DPD ke PC bisa lebih lancar dan berkelanjutan,” pungkasnya.
LDII Daerah Istimewa Yogyakarta Selamat Datang di Website Resmi LDII Daerah Istimewa Yogyakarta