LDII DIY Perkuat Sinergi dengan Insan Pers, Dorong Pembangunan Berkelanjutan dan Pendidikan Khas Kejogjaan

Atus Syahbudin saat memberikan sambutan Silaturahim Ramadhan dan Buka Bersama LDII DIY dengan Insan Pers
Atus Syahbudin saat memberikan sambutan pada acara Silaturahmi Ramadhan dan Buka Bersama LDII DIY dengan Insan Pers

Yogyakarta (7/3) – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Silaturahmi Ramadhan dan Buka Bersama dengan insan pers bertajuk “Sinergi Bersama Insan Pers Guna Pembangunan Berkelanjutan dan Penguatan Pendidikan Khas Kejogjaan.” Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Mantrijeron (GSM), Yogyakarta, Jumat (6/3), tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antara LDII dan insan pers lokal maupun nasional di DIY.

Acara ini dihadiri sejumlah wartawan dari berbagai media, di antaranya Republika, Tribun Jogja, Kedaulatan Rakyat, Tirto.id, Bernas, dan Merapi. Selain sebagai ajang silaturahmi Ramadhan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang dialog dan diskusi mengenai peran media serta organisasi kemasyarakatan dalam menyampaikan informasi yang edukatif kepada masyarakat.

Hadir pula Ketua DPW LDII DIY Atus Syahbudin, didampingi Pengurus Harian, Biro Komunikasi Informasi dan Media (KIM), dan para reporter LDII News Network (LINES). Dalam sambutannya, Atus menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para wartawan yang berkenan hadir dalam acara silaturahmi tersebut.

Atus menjelaskan bahwa hubungan LDII dengan insan pers selama ini telah terjalin dengan baik. Ke depan, kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus ditingkatkan, baik dalam bentuk pemberitaan kegiatan maupun peningkatan kapasitas reporter LINES. Menurutnya, keberadaan LINES sebagai media internal LDII juga membutuhkan pembelajaran dari para wartawan profesional. Ia mengibaratkan proses tersebut seperti tim sepak bola yang berlatih keras, namun tetap membutuhkan lawan tanding untuk meningkatkan kemampuan.

“Reporter LINES seperti tim sepak bola yang berlatih. Mereka perlu belajar dari wartawan yang sesungguhnya agar bisa terus berkembang. Karena itu kami menghadirkan insan pers dalam acara ini sebagai sarana belajar dan berbagi pengalaman,” kata Atus yang juga dosen Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada.

Atus berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara LDII dan media. Ia menyebutkan bahwa LDII DIY berencana kembali mengundang insan pers dalam forum yang lebih luas menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil) LDII DIY pada pertengahan tahun 2026.

Sementara itu, Ketua Biro KIM DPW LDII DIY, Andhika Widiasto, menyampaikan bahwa kegiatan Silaturahmi Ramadhan bersama wartawan ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan oleh LDII DIY. Ia berharap kegiatan tersebut dapat mempererat hubungan komunikasi antara LDII dan media.

“Kami berharap melalui kegiatan ini semakin terjalin keakraban dengan para wartawan. Dengan begitu, kami bisa lebih mudah menyampaikan berbagai kegiatan LDII kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi, wartawan Tirto.id, Abdul Haris, mengaku senang dapat berinteraksi langsung dengan pengurus LDII. Ia berharap kegiatan kolaboratif seperti ini dapat terus dilaksanakan. “Ini pertama kali saya bisa srawung dengan LDII. Kami di media juga membutuhkan kolaborasi seperti ini,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penyampaian informasi yang benar di tengah maraknya berita yang tidak sesuai fakta. Menurutnya, masyarakat membutuhkan sumber informasi yang kredibel agar tidak terjebak pada berita bohong atau hoaks. “Sekarang masih ada media yang memberitakan sesuatu yang tidak sesuai kenyataan. Karena itu masyarakat perlu mendapatkan informasi yang benar dan dapat dipercaya,” katanya.

Foto bersama usai Silaturahim Ramadhan dan Buka Bersama LDII DIY dengan Insan Pers
Foto bersama usai Silaturahmi Ramadhan dan Buka Bersama LDII DIY dengan Insan Pers

Wartawan Republika, Wulan Intandari, menyoroti perhatian LDII terhadap isu lingkungan hidup, khususnya pengelolaan sampah. Ia menilai kepedulian tersebut dapat menjadi kontribusi bagi masyarakat di Yogyakarta. Bahkan ia menyebut beberapa inisiatif lingkungan yang dilakukan LDII cukup menarik untuk diketahui publik.

“LDII terlihat cukup concern terhadap isu sampah dan lingkungan. Ini bisa menjadi sumbangsih penting bagi masyarakat DIY,” ujarnya.

Sementara itu, wartawan Tribun Jogja, Ikrob Didik Irawan, mengapresiasi berbagai program yang dijalankan LDII. Ia menilai LDII sebagai organisasi kemasyarakatan yang berkembang pesat dan memiliki banyak inovasi.

Namun demikian, ia memberikan satu catatan penting, yakni perlunya LDII lebih aktif mempublikasikan berbagai program baik yang telah dilakukan. Ia mencontohkan beberapa inovasi yang menurutnya menarik, seperti sistem pemanenan air hujan di GSM yang dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.

“Saya membaca program-program LDII bagus sekali. Hanya satu yang kurang, yaitu kurang dipublikasikan. Ceritakan kepada kami, ceritakan kepada dunia,” pesannya.

About andhika widiasto

Check Also

Angkringan Menoreh Pengajian Akhir Tahun LDII Kulon Progo

Refleksi Pergantian Tahun dan Upaya Menghindari Dosa

Pergantian tahun 2025 ke 2026 tinggal hitungan hari. Bagi banyak orang, momen ini identik dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.