
Yogyakarta (3/4) — Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, menyampaikan bahwa organisasinya tengah mematangkan berbagai persiapan pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) LDII X yang akan digelar pada 7–9 April mendatang. Munas tersebut menjadi momentum strategis bagi LDII untuk memperkuat kontribusi dalam pembangunan nasional sekaligus merumuskan arah kebijakan organisasi yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. LDII Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menindaklanjutinya dengan menyerap aspirasi melalui silaturahim Idulfitri dengan Gus Hilmy`.
“Persiapan Munas terus kami lakukan secara intensif, baik dari sisi substansi materi maupun teknis pelaksanaan, agar pelaksanaannya berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa,” ujarnya.
KH Chriswanto menegaskan bahwa Munas X tidak hanya menjadi forum konsolidasi internal, tetapi juga ruang untuk memperkuat peran LDII sebagai organisasi kemasyarakatan yang responsif dan solutif. Oleh karena itu, ia menginstruksikan seluruh jajaran pengurus, mulai dari DPW, DPD, hingga PC dan PAC, untuk memanfaatkan momentum Idul Fitri dalam mempererat silaturahim dengan para pemangku kepentingan.
“Kami meminta seluruh pengurus LDII untuk bersilaturahim dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, alim ulama, serta berbagai stakeholder lainnya. Dari silaturahim tersebut, kita dapat menyerap aspirasi yang berkembang di masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, berbagai masukan dari daerah akan menjadi bahan penting dalam pembahasan Munas, sehingga program kerja yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat. “LDII ingin hadir sebagai organisasi yang mampu memberikan solusi. Oleh karena itu, aspirasi dari berbagai pihak menjadi hal yang sangat penting,” tegasnya.
Menindaklanjuti arahan tersebut, DPW LDII Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaksanakan audiensi kepada Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil DIY, Hilmy Muhammad atau yang akrab disapa Gus Hilmy. Pertemuan berlangsung pada Jumat (3/4) di kompleks Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak.
Ketua DPW LDII DIY, Atus Syahbudin, menyampaikan bahwa audiensi tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat silaturahim sekaligus membangun komunikasi yang konstruktif dengan para tokoh bangsa.
“Momentum Idul Fitri ini kami manfaatkan untuk bersilaturahim, menyampaikan mohon maaf lahir dan batin, sekaligus mengundang Gus Hilmy untuk berkenan hadir dalam pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) LDII DIY,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi dengan para tokoh agama dan pemangku kepentingan menjadi penting dalam memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat. “Kami berharap melalui komunikasi yang baik, terjalin kolaborasi yang semakin kuat dalam membangun umat dan bangsa,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Gus Hilmy menyampaikan apresiasi atas silaturahim yang dilakukan LDII. Ia menekankan bahwa persatuan umat Islam harus terus dijaga di tengah dinamika kehidupan berbangsa.
“Kita sebagai umat Islam harus mengedepankan persatuan, menjaga kebersamaan, dan saling menghormati,” ungkapnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta ini juga menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Munas X LDII sebagai bagian dari kontribusi organisasi dalam memperkuat kehidupan bermasyarakat. “Kami mendukung pelaksanaan Munas X LDII, dan insya Allah siap hadir dalam Muswil LDII DIY,” tuturnya.
Audiensi ini menjadi salah satu upaya LDII dalam membangun komunikasi yang harmonis dengan berbagai elemen bangsa. Melalui pendekatan silaturahim, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan pemerintah dalam menjaga persatuan serta mendorong pembangunan nasional.
Dengan semangat tersebut, LDII optimistis Munas X akan menghasilkan keputusan strategis yang tidak hanya memperkuat internal organisasi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya masyarakat yang harmonis, religius, dan berdaya saing.
LDII Daerah Istimewa Yogyakarta Selamat Datang di Website Resmi LDII Daerah Istimewa Yogyakarta