
Yogyakarta (5/4) — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) X LDII tahun 2026, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII terus mematangkan berbagai persiapan strategis. Munas yang akan digelar pada 7–9 April 2026 tersebut menjadi forum penting dalam mengevaluasi kinerja kepengurusan masa bakti 2021–2026, memilih kepengurusan baru periode 2026–2031, menetapkan program kerja, serta merumuskan rekomendasi strategis kepada pemerintah. Guna menyukseskan gelaran ini, LDII DIY menyiapkan partisipasi luring untuk Ketua DPW dan DPD, serta 6 studio mini yang tersebar di seluruh DIY.
Munas X LDII direncanakan berlangsung secara hybrid, yakni luring di Grand Ballroom Gedung Serbaguna Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur, serta daring yang diikuti oleh seluruh DPW dan DPD LDII se-Indonesia melalui studio mini di masing-masing daerah. Kegiatan akan diselenggarakan selama tiga hari pelaksanaan.
Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, sebelumnya menegaskan bahwa Munas X merupakan momentum strategis untuk memperkuat kontribusi organisasi dalam pembangunan nasional. Ia juga mendorong seluruh jajaran LDII untuk aktif menjalin komunikasi dengan berbagai pihak guna menyerap aspirasi masyarakat sebagai bahan perumusan kebijakan organisasi ke depan.
Menindaklanjuti hal tersebut, DPW LDII Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung suksesnya pelaksanaan Munas X. Ketua DPW LDII DIY, Atus Syahbudin, menegaskan bahwa pihaknya akan berpartisipasi aktif baik secara luring maupun daring.
“LDII DIY mendukung penuh pelaksanaan Munas X. Insya Allah Ketua DPW serta Ketua DPD dari lima kabupaten/kota di DIY hadir secara luring di Jakarta,” ujarnya.
Selain itu, LDII DIY juga menyiapkan sarana pendukung berupa studio mini di tingkat DPW dan seluruh DPD kabupaten/kota agar dapat mengikuti jalannya Munas secara daring. Studio mini DPW LDII DIY berlokasi di Pundungrejo, sementara untuk DPD tersebar di beberapa wilayah, yakni Kota Yogyakarta di Sidobali, Bantul di Srandakan, Kulon Progo di Wates, Gunungkidul di Wonosari, dan Sleman di Mulungan.
Pelaksanaan Munas secara daring di masing-masing studio mini tersebut akan diikuti oleh jajaran Dewan Penasehat (Wanhat), pengurus harian DPD, serta para pimpinan pondok pesantren dan lembaga pendidikan di bawah naungan LDII.
Menurut Atus, keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen LDII DIY dalam menyukseskan Munas sebagai forum tertinggi organisasi. “Kami berharap melalui partisipasi ini, hasil Munas X dapat benar-benar mencerminkan aspirasi dari daerah dan memberikan arah yang jelas bagi penguatan peran LDII di tengah masyarakat,” tambahnya.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan dari seluruh jajaran, LDII optimistis Munas X tahun 2026 dapat berjalan lancar serta menghasilkan keputusan strategis yang bermanfaat bagi umat, bangsa, dan negara.
LDII Daerah Istimewa Yogyakarta Selamat Datang di Website Resmi LDII Daerah Istimewa Yogyakarta