Home / Kegiatan / DPP LDII Konsolidasikan PC & PAC se-DIY Guna Tingkatkan Kinerja dan Implementasikan UU Desa

DPP LDII Konsolidasikan PC & PAC se-DIY Guna Tingkatkan Kinerja dan Implementasikan UU Desa

H. Supriasto, SH., MM. menjelaskan materi penguatan LDII bagi PC & PAC se-DIY

[Mantrijeron, Yogyakarta] Konsolidasi organisasi kembali diselenggarakan oleh DPW LDII D. I. Yogyakarta kepada seluruh Ketua PC dan PAC LDII se-DIY, Pengurus Harian DPD LDII Kabupaten/Kota, dan pengurus Pleno DPW LDII DIY. Konsolidasi di Masjid Baitussalam ini dihadiri oleh 349 pengurus pada Minggu/17 April 2016. Tiga pemateri mengisi secara bergantian guna penguatan dan memperkokoh kelembagaan LDII, khususnya di tingkat PC dan PAC, yakni H. Supriasto, S.H., M.H. (Ketua DPP LDII), Joko Susilo, S.T. (Departemen Pengabdian Masyarakat) dan H.Dody Taufiq Wijaya, Ak., M.Com. (Sekretaris Umum DPP LDII).

Ketua DPW LDII DIY Dr. H. Wahyudi, M.S. dalam sambutannya mengajak pengurus PC dan PAC, Dewan Penasehat serta seluruh warga LDII di setiap tingkatan/jenjang jajaran organisasi agar lebih giat berperan aktif dalam mengikuti kegiatan di lingkungannya masing masing. Setiap pengurus diharapkan juga mempunyai relasi yang berkualitas, baik di tingkat negara dengan lembaganya maupun di tingkat desa dengan masyarakatnya.

Sementara itu H. Supriasto, SH., MH. menyampaikan materi Penguatan Lembaga Dakwah Islam Indonesia. Supriasto memaparkan bahwa pemberitaan media dapat mempengaruhi opini masyarakat. Masyarakat dapat menilai sesuatu baik atau buruk melalui media. Bahkan, seseorang yang dianggap baik dapat terlihat buruk karena media, begitu juga sebaliknya. Media sosial memiliki dua macam kekuatan, yaitu: 1) jarum hepodermik, dimana masyarakat dapat terpancing emosinya karena adanya pemberitaan di sosial media, 2) khalayak aktif, masyarakat bersedia aktif untuk mencari kebenaran dari sebuah berita. Tidak hanya itu diharapkan warga LDII memperhatikan etika di dalam menggunakan dan memanfaatkan media sosial sebagai media yang strategis.

LDII merupakan organisasi kemasyarakatan yang berdiri sejak 1972 dan mempunyai Surat Rekomendasi Kementerian Agama Republik Indonesia. Untuk itu, setiap PC dan PAC dituntut untuk semakin mandiri di setiap lini, terutama dalam implimentasi UU Desa yang menempatkan desa sebagai organisasi campuran (hybrid) antara masyarakat berpemerintahan (self governing community) dan pemerintahan lokal (local self government). PC dan PAC LDII seharusnya dapat menguatkan dan mengoordinasikan warga LDII dengan masyarakat dan lembaga setempat, juga dapat menengahi  konflik dan bisa menjadi berkah bagi semua yang ada di bumi ini.

Menurut Joko Susilo, acara ini menjadi salah satu upaya guna pemberdayaan PC dan PAC untuk membangun etalase LDII yang terkait UU Desa. Seluruh pengurus PC dan PAC diharapkan dapat ikut berkontribusi positif terhadap masyarakat serta  pemerintah desa setempat.

“Di tingkat bawah, PC dan PAC LDII dapat membantu kelancaran komunikasi warga LDII dengan tokoh masyarakat, contohnya berkontribusi positif kepada masyarakat desa,” tutur Joko Susilo.

Adanya media massa, kini semakin mempermudah ruang gerak LDII. Mengapa? Karena, menurut Joko Susilo, hidup matinya sebuah organisasi bergantung dengan media untuk menimbulkan pandangan baik dan mengatasi kericuhan/konflik yang mungkin terjadi.

Drs. H. Geyol Sugiyanta, M.Si selaku Sekretaris DPW LDII DIY menuturkan bahwa acara ini diadakan sebagai program temporer dari DPP dan bukan merupakan program regular/bulanan. Tema yang diangkat kebanyakan tentang komunikasi sosial. Geyol menambahkan bahwa tujuan diadakan acara ini adalah untuk memberikan penguatan kinerja PC dan PAC, serta menjalin kerja sama antar lembaga dan masyarakat. Belum adanya pengenalan yang memadai kepada masyarakat, mengakibatkan kabar kurang baik tentang LDII, sehingga dibutuhkan upaya sosialisasi lebih banyak tentang hal ini. Tanpa sosialisasi, kemungkinan masyarakat akan tidak mengerti tentang kegiatan LDII. Geyol juga mengajak pengurus PC dan PAC agar menjalin kerja sama dan berkomunikasi yang baik dengan masyarakat, serta saling bersinergi demi tujuan bersama.

“Acara ini sangat positif, karena kegiatan LDII masih belum terpublikasi secara maksimal. Melalui kegiatan ini LDII diharapkan mampu berkomunikasi secara baik dengan masyarakat melalui relasinya di PC dan PAC LDII.” demikian diuraikan Geyol. Sebagai contoh nyata, berkat turut andil dalam pelaksanaan gerakan go green di Jawa Timur, LDII mendapatkan citra positif pada 2008.

Wibowo, salah seorang peserta memberikan kesannya bahwa acara ini lebih mengarah pada penguatan kepekaan masyarakat dan bukan hanya kalangan organisasi saja. Ke depan dakwah yang dilakukan akan semakin unggul karena langsung berhubungan dengan masyarakat.
(LINES DIY-Anita/Thea/Nurv/Tam).

About @ 77

Check Also

Tribun Jogja: Pengurus DPD LDII Kota Yogyakarta Dikukuhkan

Kepengurusan baru Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Yogyakarta masa bakti …

One comment

  1. Wah.. Artikelnya menarik. Like this 🙂

Leave a Reply to Mahir Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.