DPW LDII dan Mahasiswa UTY : Tak Kenal Maka Tak Sayang

LDII DIY dan Mahasiswa UTY

LDII DIY dan Mahasiswa UTY

Yogyakarta(26/04)-Semakin berkembangnya  IT di Indonesia dan di Yogyakarta kususnya  membuat  generasi muda membuka lebar wawasan teknologi dibidang informasi. Dari hal itu DPW LDII Yogyakarta mengadakan pelatihan website demi memacu kreatifitas dan inovasi para generasi LDII.  Kegiatan tersebut dilaksanakan 26 April 2015 di Yogyakarta.

Di saat yang bersamaan, mahasiswa dari Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) mendatangi tempat pelatihan website tersebut. Mereka  bertugas untuk mewawancari salah satu pengurus DPW LDII Yogyakarta, mengenai LDII . Kita berharap kedatangan mereka untuk saling kenal dengan lembaga kita. Dengan senyuman hangat salah satu dari mereka mengawali pembicaraan mereka dengan salah satu pengurus di jajaran LDII Kota Yogyakarta . Suatu pertanyaan yang biasa yang selalu ditanyakan oleh banyak lembaga lain kepada LDII.

Banyak Pertanyaan yang mereka ajukan mengenai LDII, dari hal struktur LDII itu seperti apa, lalu perbedaan organisasi LDII dengan yang lain itu seperti apa, sistem mengajinya seperti apa, dan hal yang paling menggelitik itu mereka bertanya mengenai Indonesia di mata LDII itu seperti apa. Jika saya diberi pertanyaan seperti itu, jawaban pertama yang akan saya lontarkan adalah tempat saya berteduh dan dikuburkan (itu bisa jadi pertanyaan dan jawaban yang lucu dan konyol).

Pepatah mengatakan “Tak tahu maka tak kenal, Tak kenal maka tak sayang”, tidak ada yang salah mengenai kata-kata itu. Karena mereka mahasiswa UTY yang beranggotakan 6 orang itu tujuannya sangatlah baik, tanpa mereka mengkonfirmasi, mengajukan pertanyaan mengenai LDII, mereka tidak akan mengetahui LDII sesungguhnya itu seperti apa. Salut terhadap mereka yang berani mendatangi DPW LDII secara langsung untuk mengetahui kebenaran akan LDII.

Mata untuk melihat dan telinga untuk mendengar. Suatu informasi yang dilihat secara langsung sangat berbeda dengan suatu informasi yang didengar dari mulut ke mulut. Seperti itulah, manusia hanya bisa berkata, kata orang dan kata orang, tanpa mengetahui kebenarannya. Media masa maupun sosialisasi media merupakan wadah  tercepat untuk mengetahui sebuah informasi di seluruh dunia. Pasti memiliki plus minus dari wadah tersebut. Maka dari itu, jangan pernah mengambil suatu informasi maupun berita secara mentah. Kita generasi muda yang di beri akal dan pikiran yang luar biasa fungsi dan manfaatnya. Jadi, manfaatkan kelebihan tersebut untuk menyebarkan kebaikan terhadap semua orang.(deyut

2 Comments

  1. andri yani August 8, 2015
    • LDII DIY August 10, 2015

Leave a Reply