Home / Nasional / LDII Gunungkidul Dorong Mandiri Pangan Tingkat Rumah Tangga

LDII Gunungkidul Dorong Mandiri Pangan Tingkat Rumah Tangga

Gunungkidul (23/6) – Pemenuhan kebutuhan pangan kian menjadi tantangan setiap negara. Pangan saat ini menjadi rentan dengan peperangan yang terjadi di negara pengekspor pangan utama dunia. Bahkan pembatasan ekspor pangan, juga mempengaruhi ketersediaan pangan global.

Melihat kondisi tersebut, Dewan Penasehat DPD LDII Kabupaten Gunungkidul H. Nurasid, S.H. mengajak segenap warga masyarakat untuk survive di bidang pangan. “Kita patut bersyukur hidup di Indonesia ini banyak menyediakan sumber kekayaan alam yang melimpah dan tentunya banyak ragamnya,” jelas H. Nurasid.

Dengan memanfaatkan sumber daya alam, lanjutnya, tinggal bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan secara optimal, jangan terpaku pada salah satu bahan pokok pangan saja tetapi perlu diversifikasi pangan termasuk dalam mengolahnya.

“Rumah tangga sebagai unsur terbawah harus kreatif dan siap mandiri pangan, hal ini harus dilakukan mengingat sekarang ini banyak faktor yang mempengaruhi akan kelangkaan pangan yang disebabkan oleh faktor manusia itu sendiri,” pungkasnya.

Senada dengan H. Nurasid, Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso pun mendorong masyarakat dan warga LDII untuk memberdayakan pekarangan untuk produksi pangan keluarga. Menurutnya, momentum kebangkitan ketahanan pangan keluarga dimulai dengan peringatan Hari Krida Pertanian yang jatuh pada 21 Juni setiap tahun.

KH Chriswanto memaparkan, program ketahanan pangan menjadi perhatian LDII. Program tersebut menjadi salah satu dari delapan bidang “Pengabdian LDII untuk Bangsa”. “Sebagai ormas Islam, kami juga memiliki perhatian khusus di bidang pangan dan lingkungan hidup, karena keduanya mempengaruhi hajat hidup manusia umumnya dan warga LDII khususnya,” ujarnya.

Ia mengatakan bila lingkungan hidup dan pangan bermasalah, kegiatan sehari-hari dan ibadah tidak akan berjalan dengan baik, “Untuk itu, sebagai bagian dari masyarakat madani, LDII aktif mengajak warganya memperhatikan isu-isu terkini terkait pangan dan lingkungan hidup,” ujarnya.

Dalam rangka Hari Krida Pertanian, KH Chriswanto menyampaikan apresiasi setinggi-tinginya kepada seluruh pemangku kepentingan pertanian, mulai dari petani, peternak, buruh tani, berbagai lembaga pemerintah, hingga pengusaha terkait pertanian.

“Mereka telah membantu tersedianya pangan bagi seluruh rakyat Indonesia. Tanpa kerja keras dan kerja cerdas seluruh pemangku kepentingan sektor pertanian, niscaya sulit mewujudkan ketersediaan pangan yang sangat penting bagi masyarakat,” imbuhnya. (*)

About LDII DIY

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.