
Yogyakarta (27/5). Pelaksanaan ibadah kurban warga LDII di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berlangsung semarak pada Hari Raya Iduladha 1447 H. Tahun ini, warga LDII DIY menyembelih sebanyak 656 ekor sapi dan 1.241 ekor kambing yang tersebar di berbagai masjid di bawah naungan Pimpinan Anak Cabang (PAC), Pimpinan Cabang (PC), hingga Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII kabupaten dan kota.
Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya, menegaskan bahwa ibadah kurban tidak hanya menjadi wujud ketakwaan kepada Allah SWT, tetapi juga sarana memperkuat kepedulian sosial dan persaudaraan di tengah masyarakat.
“Selain meningkatkan ketakwaan, juga mengajak berbagi dan meningkatkan persaudaraan kepada sesama,” ujarnya saat ditemui usai pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, Rabu (27/5).
Menurut Dody, semangat berkurban warga LDII tahun ini diwujudkan melalui tema “Ikhlas Berkurban, Ikhlas Berbagi”. Tema tersebut diharapkan mampu menguatkan nilai keikhlasan dan kepedulian sosial, mulai dari pelaksanaan puasa Arafah, salat Iduladha, hingga proses penyembelihan dan pendistribusian daging kurban.
“Kami bersama-sama menyembelih daging kurban, mengemasnya, lalu membagikan daging kurban kepada yang berhak menerima atau meminta,” katanya.
Ia menjelaskan, gotong royong warga telah dimulai jauh sebelum Hari Raya Iduladha. Sejumlah pengurus dan warga LDII mengikuti sosialisasi serta pelatihan penyembelihan halal yang bekerja sama dengan Juru Sembelih Halal Indonesia (JULEHA) dan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP). Kegiatan tersebut bertujuan memastikan proses penyembelihan berlangsung sesuai syariat, higienis, dan ramah lingkungan.
DPP LDII juga mengimbau seluruh jajaran LDII untuk menggunakan kemasan yang lebih ramah lingkungan, seperti plastik biodegradable maupun besek, serta menjaga kebersihan area penyembelihan, pengolahan jeroan, dan lingkungan sekitar.
Selain memiliki nilai ibadah dan sosial, Dody menilai pelaksanaan kurban juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat dan pemenuhan gizi.
“Misalnya yang jarang terpenuhi gizi proteinnya, bisa terdampak. Makanya kurban itu dampaknya luas mulai dari ekonomi hingga ketahanan pangan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPW LDII DIY, Atus Syahbudin, mengatakan pelaksanaan kurban tahun ini tersebar hampir di seluruh masjid di bawah naungan LDII di berbagai wilayah DIY. Menurutnya, antusiasme warga untuk berkurban tetap tinggi sebagai bentuk pengamalan nilai-nilai keislaman sekaligus kepedulian kepada sesama.
“Ibadah kurban bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga sarana memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan antarwarga. Kurban mengajarkan keikhlasan dan kepedulian. Kami berharap kegiatan ini semakin mempererat persaudaraan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Atus menjelaskan, daging kurban didistribusikan kepada masyarakat di sekitar masjid dan musala naungan LDII tanpa membedakan penerimanya. Dengan demikian, manfaat kurban dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Menurutnya, semangat berbagi yang terkandung dalam ibadah kurban menjadi sarana memperkuat hubungan sosial sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan di lingkungan sekitar.
Melalui pelaksanaan kurban yang tersebar di berbagai wilayah DIY, LDII berharap nilai-nilai keikhlasan, gotong royong, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan demikian, Iduladha tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi sesama.
Lebih lanjut, LDII DIY mengajak masyarakat untuk meneladani ketakwaan, keikhlasan, dan pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam kehidupan sehari-hari. “Melalui ibadah kurban, kami ingin mengajak masyarakat meningkatkan ketakwaan sekaligus memperkuat semangat berbagi kepada sesama,” pungkas Atus.
LDII Daerah Istimewa Yogyakarta Selamat Datang di Website Resmi LDII Daerah Istimewa Yogyakarta