Home / Kegiatan / Merebut Piala Bupati Bantul Cup

Merebut Piala Bupati Bantul Cup

bupati cup 21-02-16-20160223-171527

Bantul (21/02) – Zaman semakin berkembang, menjadikan kehidupan di masyarakat menjadi lebih mudah dan praktis.  Namun di sisi lain, kerusakan moral dan pengaruh negatif lainnya juga semakin marak. Untuk membentengi hal tersebut DPD LDII Kabupaten Bantul mengadakan pembinaan kepada para warganya.

Disamping memberi bekal ilmu agama yang kuat, juga diadakan beberapa kegiatan oleh raga, yang diharapkan dapat saling mendukung. Moral yang baik didukung dengan fisik yang mumpuni. Salah satu jenis oleh raga yang ditekuni adalah sepak bola.

Belum lama ini, DPD LDII Kabupaten Bantul, Yogyakarta mengadakan turnamen sepak bola khusus remaja se-Kabupaten Bantul.

Ketua Panitia turnamen sepak bola Bupati Bantul Cup, Nanang Dwi Antoro, menuturkan bahwa selain kegiatan pengajian rutin, kegiatan olah raga seperti sepak bola dapat menghindarkan para generasi muda agar tidak terpengaruh dalam kegiatan negatif.

Bupati Bantul Cup berlangsung selama 5 minggu di Stadion Sultan Agung Bantul. Turnamen ini diikuti oleh 6 klub dari klub sepak bola LDII se-Kabupaten Bantul. Laga final menyisakan dua klub yaitu Banguntapan FC dan Ngestiharjo FC.

Babak pertama kedudukan 0-0, hingga babak kedua kedudukan menjadi 1-1 dan bertahan sampai babak kedua berakhir. Akhirnya tropi bergilir berhasil digondol oleh Ngestiharjo FC dengan skor 3-1, setelah berlangsung adu finalti. Heri, pelatih Ngestiharjo FC menuturkan bahwa selain latihan fisik dan penjagaan stamina, sholat tahajud juga menjadi kunci kemenangan.

Sekitar dua ribu penonton memadati stadion Sultan Agung Bantul saat laga final. Kegiatan ini mendapatkan antusias dan respon positif dari pejabat yang turut hadir yaitu Bagus Nur Edy Wijaya dari Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga. Bagus menyatakan bahwa Bupati bantul mendukung semua kegiatan yang dilakukan oleh LDII, seperti kegiatan olahraga seperti ini. Harapannya kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara berkelanjutan.

Ketika laga final berlangsung, kondisi stadion relatif aman terkendali dan kondusif, penonton tertib. Yang membanggakan adalah tidak ada penonton yang merokok dalam stadion. Minuman keras juga tidak ada. Itulah potret generasi unggulan LDII. (LINES/Arina)

About LDII DIY

Check Also

Tribun Jogja: Pengurus DPD LDII Kota Yogyakarta Dikukuhkan

Kepengurusan baru Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Yogyakarta masa bakti …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.